6. Chigiri Hyoma Ceritakan Cederanya ke Isagi Yoichi

Isagi berterima kasih kepada Chigiri karena penilaiannya telah membantu Isagi menemukan petunjuk untuk menggunakan senjatanya. Penuh rasa penasaran, Isagi pun bertanya apa sebenarnya senjata Chigiri. Namun, Chigiri masih enggan mengungkapkan hal itu, meskipun Isagi dengan antusias menawarkan bantuan jika diperlukan.

Chigiri kemudian mengungkapkan bahwa setahun yang lalu ia mengalami cedera parah, akibat robeknya ligamen lutut anterior di lutut kanannya. Dokter memvonis bahwa jika ia mengalami cedera di tempat yang sama lagi, karier sepakbolanya akan tamat.

Chigiri menceritakan bahwa ia juga dulu memiliki “senjata” hebat seperti Isagi, tidak bisa tidur karena antusias setelah mencetak gol, dan bermimpi menjadi striker nomor satu di dunia. Namun, meski cedera itu telah sembuh, rasa takutnya tetap ada. Ia takut kehilangan impian dan kegembiraan saat bermain bola.

Sambil melangkah pergi meninggalkan Isagi, Chigiri berkata bahwa alasannya masuk Blue Lock adalah untuk mencari pembenaran agar ia bisa menyerah pada impiannya. Tapi, setelah menyaksikan gol Isagi, ia merasa tidak ingin menyerah. Isagi menolak menjadi alasan bagi Chigiri untuk bertahan atau menyerah, karena ia yakin bahwa di lubuk hati Chigiri, ada keinginan kuat untuk terus berjuang.

Isagi pun berkata, “Jika seseorang tidak siap memberikan segalanya, maka impiannya tak akan pernah terwujud.” Namun, Chigiri dengan marah membentak Isagi, “Apa yang kau tahu tentang diriku?” Lalu, Chigiri pergi, meninggalkan Isagi yang sedang terdiam.

7. Teieri Anri & Ego Jinpachi

Ego sedang memasak mi instan ketika Anri menegurnya, meminta agar Ego menyapu ruangan dan mencuci pakaiannya sendiri. Ego dengan santai menjawab bahwa dalam kontraknya, ia tidak diwajibkan melakukan pekerjaan di luar sepakbola.

Anri kemudian, mengatakan sudah waktunya melapor ke JFU, dan bertanya apakah seleksi pertama Blue Lock berjalan lancar. Sambil menuangkan bumbu ke mi instan, Ego menjawab, “Semuanya berjalan lancar. Sekarang saatnya menambahkan bumbu penyedap ke para peserta.”

8. Isagi Yoichi Menjadi Top Ranking di Tim Z

Tim Z sedang berlatih di lapangan sepak bola. Isagi terlihat gagal mencetak gol karena tendangannya mengenai tiang gawang. Raichi dengan cepat mengomentari kegagalan Isagi, menyebutnya sangat payah dan menyatakan bahwa gol Isagi ke gawang Tim Y hanyalah keberuntungan semata.

Sambil beristirahat di pinggir lapangan dan meminum air, Isagi mulai merenung. Dia menyadari bahwa semua peserta di Tim Z memang lebih hebat darinya, dan memiliki stamina yang bagus. Meski Isagi telah mengetahui bahwa senjatanya adalah “Spatial Awareness” dan kemampuan mencium peluang gol, ia belum tahu kapan tepatnya harus menggunakannya.

Isagi juga merasa bersalah karena telah memicu kemarahan Chigiri dengan perkataannya yang sembarangan, dan di latihan hari ini ia merasa menjadi beban bagi tim. Isagi tak ingin terus berada dalam situasi seperti ini, dan ia tak ingin kariernya berakhir hanya dengan satu gol keberuntungan.

Tiba-tiba, Ego muncul di layar televisi sambil menyantap mi instan. Ia menyapa Tim Z dan mengumumkan bahwa pertandingan keenam di Gedung 5 baru saja selesai. Hasilnya, hanya Tim V yang berhasil meraih 6 poin, sementara empat tim lainnya hanya mengumpulkan 3 poin. Ego juga memperbarui peringkat di Blue Lock, dan mengejutkan semua, termasuk Isagi. Isagi Yoichi, yang sebelumnya berada di peringkat 274, kini berada di peringkat teratas Tim Z dengan posisi 265.