4. Mitsuki Nyaris tiru Tosaka menjilat Telur Burung
Ketika Boruto dan Mitsuki hendak menuju tempat pengambilan misi, di tengah perjalanan mereka melihat Tosaka berdiri di atas pohon. Boruto menduga bahwa Tosaka sedang mengintip seorang wanita yang sedang berganti pakaian di jendela sebuah apartemen. Tanpa berpikir panjang, Boruto melemparkan kunai ke arah Tosaka, hingga membuatnya terjatuh dari atas pohon.
Boruto dan Mitsuki segera menghampiri Tosaka yang terbaring di tanah. Namun, ternyata alasan Tosaka berada di atas pohon adalah untuk menyelamatkan telur burung di sarang yang nyaris jatuh. Barulah Boruto dan Mitsuki mengetahui bahwa Tosaka adalah seorang ahli ilmu burung sekaligus penggemar burung.
Menyadari kesalahannya, Boruto segera meminta maaf atas prasangka buruk dan tindakannya yang kasar. Tosaka menerima permintaan maaf Boruto, lalu menjilati telur burung dari sarang yang baru saja diselamatkannya. Menariknya, hanya dengan menjilati telur burung itu, Tosaka mampu mengetahui bahwa telur tersebut adalah milik spesies langka, yaitu merpati sayap panjang.
Tindakan Tosaka yang menjilati telur burung dianggap aneh oleh Boruto, meskipun Mitsuki yang ikut menyaksikannya merasa hal itu biasa saja. Tosaka kemudian menjelaskan bahwa kebiasaannya menjilati sesuatu bertujuan untuk memeriksa segala aspek, tidak hanya melalui penglihatan atau pendengaran, tetapi juga dengan merasakannya secara langsung.
Ia bahkan mengutip sebuah peribahasa yang berbunyi, “Lidah berbicara lebih keras dari mulut.” Namun, Boruto tidak setuju dengan interpretasi peribahasa tersebut seperti yang dilakukan oleh Tosaka.
Selanjutnya, Tim 7 dan Tim 15 diberi misi gabungan yang dipimpin oleh Konohamaru. Tugas kedua tim adalah menginvestigasi dan menghentikan penyebab burung-burung di daerah tersebut bertingkah brutal. Tosaka, sebagai ahli burung, dipilih untuk memandu misi gabungan tersebut.
Dalam perjalanan menuju habitat burung yang bertingkah brutal, Tosaka tiba-tiba mengambil kotoran burung. Ia menjelaskan bahwa burung tersebut memiliki makanan utama berupa buah anggur. Meskipun sudah mengetahuinya, Tosaka tetap menjilat kotoran burung tersebut untuk memastikan kebenarannya.
Sarada, yang menyaksikan Tosaka mengambil kotoran burung, sudah merasa aneh. Ketika melihat Tosaka menjilat kotoran burung, Sarada menjadi syok dan mual. Tubuhnya bahkan menjadi lemas, hingga ia harus dirangkul oleh Boruto untuk bisa berjalan.
Setelah mendaki gunung, Tosaka kembali menemukan sebuah sarang burung. Ia mengambil telurnya dan, seperti kebiasaannya, menjilat telur burung tersebut.
Hal yang lucu adalah Mitsuki, yang sejak awal merasa biasa saja dengan kebiasaan Tosaka menjilati sesuatu, akhirnya mulai terpengaruh. Setelah menyaksikan Tosaka berulang kali melakukan hal tersebut, Mitsuki jadi penasaran dan ingin mencoba melakukan hal yang sama.
Mitsuki pun mengambil telur burung dan hampir menjilatnya. Namun, aksinya berhasil dihentikan secara paksa oleh Sarada, yang tentu saja tidak ingin Mitsuki mengikuti kebiasaan aneh Tosaka.