2. Naruto Menang Taruhan Melawan Tsunade

Setelah Jiraiya dan Naruto secara tak sengaja bertemu Tsunade di sebuah kedai sake, Jiraiya menyampaikan pesan dari tetua Homura dan Koharu, yang menawarkan posisi Hokage Kelima kepada Tsunade. Namun, bagi Tsunade, menjadi Hokage hanyalah tugas untuk orang bodoh, seperti Yondaime Minato dan Sandaime Hiruzen, yang rela mengorbankan nyawa demi melindungi Desa Konoha.

Naruto, yang mendengar ucapan tersebut, marah karena menganggap Tsunade telah menghina Minato dan Hiruzen. Akibatnya, terjadi perkelahian di luar kedai antara Tsunade dan Naruto. Dalam pertarungan singkat itu, Tsunade menjentikkan satu jarinya, membuat tubuh Naruto terpelanting.

Setelah mengetahui bahwa Jiraiya sedang mengajarkan Jutsu Rasengan kepada Naruto, Tsunade menantang Naruto untuk bertaruh. Jika Naruto berhasil menguasai Rasengan dalam waktu satu minggu, Tsunade akan mengakui Naruto layak menjadi Hokage dan memberikan kalung warisan Shodaime Hashirama kepadanya.

Awalnya, Naruto tidak tertarik dengan kalung tersebut. Namun, setelah Jiraiya memberitahunya bahwa kalung itu cukup berharga untuk membeli tiga gunung, Naruto langsung bersemangat. Jiraiya pun kembali tercengang melihat sifat Naruto, yang bersedia melakukan apa saja demi uang.

Namun, taruhan ini memiliki konsekuensi lain. Tsunade juga menyita dompet Naruto, yang berisi banyak uang hasil kemenangan lotrenya. Jika Naruto gagal menguasai Rasengan dalam waktu satu minggu, Tsunade akan mengambil dompet tersebut. Tsunade sebelumnya tidak pernah mempertaruhkan kalung warisan Hashirama dalam perjudian, tetapi ia merasa yakin bahwa Naruto tidak akan berhasil menguasai Rasengan.

Sementara itu, Tsunade sempat tergoda oleh tawaran Orochimaru dalam pertemuan pertama mereka. Orochimaru berjanji akan menghidupkan kembali dua orang yang paling dicintai Tsunade, yaitu adiknya Nawaki dan kekasihnya Dan, jika Tsunade bersedia menyembuhkan tangannya yang rusak. Namun, Orochimaru juga menyatakan bahwa setelah tangannya sembuh, ia akan kembali menyerang Desa Konoha.

Dalam pertemuan kedua mereka, Orochimaru mengira Tsunade akan menyembuhkan tangannya. Namun, Kabuto segera menyadari bahwa Tsunade sebenarnya berniat mencelakai Orochimaru, sehingga ia berusaha menghentikan Tsunade.

Pertarungan pun terjadi antara Tsunade dan Kabuto, yang berusaha melindungi Orochimaru. Tsunade sempat unggul, tetapi Kabuto memanfaatkan kelemahan Tsunade, yaitu fobia terhadap darah. Dengan mencipratkan darahnya ke arah Tsunade, Kabuto membuat Tsunade lumpuh ketakutan karena melihat darah berceceran.

Melihat keadaan Tsunade yang tidak berdaya, Naruto menggantikannya untuk bertarung melawan Kabuto. Sambil melindungi Tsunade yang bersembunyi di belakangnya, Naruto menciptakan satu Kage Bunshin untuk membantunya.

Dalam pertarungan itu, tangan Naruto terkena tusukan kunai yang diarahkan Kabuto. Namun, Naruto memanfaatkan momen tersebut dengan memegang erat tangan Kabuto yang menusukkan kunai ke tangannya, mencegah Kabuto bergerak bebas. Berkat bantuan Kage Bunshin di sisinya, Naruto akhirnya berhasil menguasai Rasengan. Dengan kekuatan penuh, Naruto menyerang Kabuto menggunakan Rasengan, membuat tubuh Kabuto terpental dan terlempar jauh.

Hasilnya, Naruto memenangkan taruhan dengan Tsunade, berhasil menguasai Rasengan dalam waktu satu minggu. Sebagai hadiah, Naruto menerima kalung warisan Shodaime Hashirama dari Tsunade, dan ia juga mendapatkan bonus berupa ciuman di dahi dari Tsunade.