7. Notifikasi Pencurian Mobil

Di dalam truk, Higan memperban luka di tangan Emma. Higan kemudian menanyakan mengapa Emma begitu keras kepala dalam menyelamatkan Higan, bahkan melebihi permintaan dari Marry. Emma menjelaskan kepada Higan bahwa sejak kematian Marry, ia telah bersumpah pada dirinya sendiri untuk selalu menjaga Higan. Setelah itu, Emma menerima notifikasi dari jam tangannya bahwa ada seseorang yang sedang menyalakan komputer canggih di mobilnya. Alhasil, Higan dan Emma curiga bahwa itu ulah organisasi.

8. Kenangan Masa Lalu Mike Bersama Emma

Jason dan Mike mengendarai mobil canggih milik Emma. Jason mengaku terkejut bahwa kartu nama agen FBI Mike bisa digunakan untuk mengambil mobil dari bengkel tanpa hambatan. Mike kemudian menjelaskan bahwa status keanggotaannya di FBI sudah tidak penting baginya, karena tugas menumpas kejahatan jauh lebih utama. Kemudian, Jason menyampaikan bahwa dia tidak bisa meretas komputer mobil Emma karena kode enkripsinya terlalu kuat. Bahkan, Jason menilai Emma bukanlah seorang hacker sembarangan.

Berikutnya, radio mobil Emma menyala secara otomatis dan memutar lagu “Bitter Sweet” yang membangkitkan kenangan masa lalu Mike. Kala itu, di sebuah bar, Mike mengomeli Emma sebagai agen baru yang sering bertindak egois dan tidak melibatkan rekannya. Mike menasihati Emma untuk menganggap rekan kerja seperti keluarga, dan menyuruh Emma untuk bergantung pada seniornya. Lalu, Mike menaiki panggung dan menyanyikan lagu “Bitter Sweet”, yang membuat Emma tersenyum. Setelah itu, Emma dan Mike menjadi akrab dan bisa bekerja sama menyelesaikan banyak misi penyelidikan.

Sadar perjalanan mereka sedang dibuntuti, Mike dan Jason menghentikan mobil di parkiran motel. Kemudian, Mike dan Jason bersiap untuk melakukan serangan dadakan pada penguntit. Jason keluar dari mobil lalu melemparkan petasan. Saat Mike keluar dari mobil, tubuhnya langsung tertangkap. Namun, Mike terkejut saat melihat sosok penguntit tersebut ternyata adalah Higan dan Emma.

9. Emma Jujur Pada Mike

Higan, Jason, Mike, dan Emma mengadakan rapat darurat di kamar motel. Mike terkejut saat mengetahui bahwa Emma adalah seorang Kunoichi. Emma membantah dituduh bersekongkol dengan FBI, karena ia menyusup ke FBI atas perintah Auza, dan tak seorang pun di FBI mengetahui tentang penyusupannya. Namun, Mike tetap marah pada Emma karena merasa telah dikhianati, bahkan Emma menyuruh Mike mendekati Jason untuk menjauhkannya dari fakta. Akibatnya, Mike pergi meninggalkan kamar motel, namun tubuhnya terjatuh setelah menginjak jebakan petasan yang dipasang Jason.

Sambil mengobati luka Mike, Emma meminta maaf karena telah merahasiakan identitas aslinya dari Mike. Emma kemudian tersentak saat Mike mengaku memahami kewajiban Emma dalam menjalankan perintah tugas dari Auza. Lalu, Mike menunjukkan lukisan mendiang putrinya pada Emma, yang berisi pesan “aku suka papa, karena melindungi semua orang dari penjahat”. Mike kemudian mengungkapkan bahwa wasiat putrinya bagaikan kutukan yang membuatnya juga harus mematuhi perintahnya.

Mike juga yakin bahwa semua orang terikat pada sesuatu, dan Emma bukan pengecualian. Oleh karena itu, Mike mengaku tidak kesal pada Emma yang telah merahasiakan sesuatu. Sebagai senior, Mike hanya ingin Emma bergantung pada dirinya. Emma tersenyum mendengar perkataan Mike, kemudian mengakui bahwa sesuatu yang mereka anggap sebagai kutukan terkadang bisa menjadi sebuah kekuatan. Akhirnya, Emma dan Mike berbaikan.

10. Aliansi Melawan Auza

Emma, Higan, Mike, dan Jason menggelar rapat aliansi. Dari layar laptopnya, Emma menunjukkan rekaman Robot Ninja buatan Auza dan dokumen yang mengungkapkan bahwa Auza terus membangun pembangkit listrik untuk mengendalikan infrastruktur negara. Mike memahami bahwa Auza memanfaatkan organisasi Ninja untuk memuluskan rencananya dan menyingkirkan para pengganggu. Jason takjub melihat bahwa Auza mampu menciptakan teknologi pakaian robot canggih atau Gusoku Gear.

Emma setuju pada komentar Mike yang menyatakan bahwa rekaman Emma tidak bisa dijadikan barang bukti, karena pasti dianggap hoax jika disebarkan. Namun, Emma meminta aliansinya untuk tidak berdiam diri dan hanya melihat. Mereka harus bertindak untuk mencegah Auza menghancurkan negara Amerika.

Sementara itu, beberapa politikus mendesak Joseph untuk menutupi sebuah insiden. Mereka meminta Joseph membuat pernyataan yang dapat menenangkan masyarakat sebagai respons atas desakan tersebut. Joseph setuju untuk memenuhi permintaan mereka, menganggap insiden tersebut hanya masalah kecil yang tidak akan menghancurkan kepercayaan masyarakat pada Auza. Namun, raut wajah Joseph menunjukkan rasa takut yang tak tersembunyikan.