1. Pria Kacamata Bertarung Sengit Melawan Pasukan Ninja

Di dalam gerbong kereta, seorang pria berkacamata tampak ketakutan. Saat turun, ia berlari tergesa-gesa di jalanan kota yang sunyi pada malam hari. Pasukan Ninja mencegatnya dan segera mengepungnya. Pria berkacamata melakukan perlawanan dengan menghajar beberapa pasukan ninja yang mencoba mengeroyoknya, ia juga menyerangkan pisau untuk menghabisi beberapa ninja lainnya. Ia bahkan berhasil menangkap tembakan jarum dan meluncurkan serangan jarumnya, menghabisi 2 ninja.

Namun, keberaniannya tidak cukup. Seorang ninja melancarkan serangan pedang yang menancap di lehernya. Dua ninja lainnya juga berhasil menusukkan pedang ke punggungnya. Bos Ninja kemudian mengikat lehernya dengan tali dan menariknya ke udara. Tanpa ampun, Bos Ninja menghempaskan tubuh pria berkacamata ke jalanan, memutuskan lehernya. Setelah memastikan kematian pria tersebut, Bos Ninja melakukan pemindaian pada mayatnya sebelum pergi meninggalkannya.

2. Keharmonisan & Kekhawatiran Keluarga Joe Logan

Mari dan Joe menonton berita di televisi tentang tewasnya pria berkacamata. Lalu, Joe membawa anaknya yang sedang bermain ke kamar agar segera tidur. Dengan ponselnya, Joe memeriksa CCTV di area rumahnya. Mari memberitahu Joe tentang dugaannya bahwa kasus pembunuhan pria berkacamata disebabkan oleh Shinigami. Namun, Joe menenangkan Mari bahwa takkan ada yang mendatangi rumah mereka dan menyakinkan bahwa keluarga mereka akan terus menjalani hidup normal.

Sebuah adegan keharmonisan keluarga tersaji di keluarga Joe dan Mari. Mereka berbelanja di supermarket bersama anaknya. Joe mengajak anaknya menaiki motor melintasi jalanan. Joe dan Mary berkebun jagung di area rumah mereka, sementara Kyle sibuk bermain. Namun, konflik rumah tangga juga terjadi saat Mari memarahi Kyle yang mengakibatkan Kyle bersedih di kamar mandi. Joe kemudian menjalankan tugasnya sebagai ayah untuk menghibur Kyle.

Walaupun setiap malam Joe selalu memastikan keamanan CCTV di rumah mereka berfungsi dengan baik, Joe dan Mari mulai cemas saat menyaksikan berita di televisi tentang kasus pembunuhan kali keempat yang ciri-ciri korban serupa dengan pria berkacamata yang tewas. Namun, Joe dan Mari tidak ingin berlarut-larut dihantui prasangka buruk, mereka memilih bersukacita merayakan pesta ulang tahun anaknya. Bahkan, Joe memainkan gitar sembari bernyanyi, dan mereka bertiga saling berpelukan.