6. Naruhaya Sebut Isagi Yoichi Sosok Jenius Dalam Beradaptasi
Ketika Naruhaya dan Isagi terjebak dalam nasib yang sama, mereka mengalami kekalahan dalam pertandingan Tim 3 orang vs 3 orang. Akibatnya, tim mereka hanya tersisa dua pemain, karena satu rekan mereka telah direbut oleh tim yang menang. Dalam situasi yang mengkhawatirkan, saat mereka terpaksa bertanding dalam Tim 2 orang vs 2 orang, risikonya sangat besar. Jika mereka kalah dan rekan mereka direbut, maka salah satu dari mereka akan langsung tereliminasi dari Blue Lock.
Dengan mengambil risiko besar, Naruhaya berani menantang Isagi untuk saling menghancurkan, dan Isagi menerima tantangan tersebut karena sebenarnya ia juga ingin menantang Naruhaya. Sejujurnya, Isagi sangat ingin merebut Barou dari Naruhaya, begitu pula sebaliknya, Naruhaya ingin merebut Nagi dari Isagi. Naruhaya pun memberitahu Isagi bahwa jika tim mereka kalah, keduanya tidak akan dipilih. Hal ini karena baik Isagi maupun Naruhaya tidak menginginkan rekan yang lemah, mereka butuh pemain yang istimewa seperti Barou dan Nagi untuk melangkah lebih jauh di Blue Lock.
Hingga terjadilah pertarungan antara Tim Red yang diisi oleh Naruhaya dan Barou melawan Tim White yang diisi oleh Isagi dan Nagi. Dalam pertandingan ini, kemampuan mencetak gol Barou seimbang dengan kehebatan Nagi, sehingga penentuan kemenangan pertandingan bergantung pada Naruhaya dan Isagi.
Kemudian, Naruhaya mendekati Isagi dengan percaya diri dan memberitahunya alasan mengapa ia berani melawan Isagi, karena Naruhaya yakin pasti bisa mengalahkan Isagi. Sebagai teman yang pernah bersama di Tim Z, Naruhaya tahu bahwa Isagi bukanlah pemain yang bisa menghadapi pertarungan sendirian untuk menciptakan peluang dengan menguasai situasi satu lawan satu, karena Isagi mengandalkan bantuan rekan-rekannya untuk mencetak gol. Selain itu, Naruhaya juga mengingatkan Isagi bahwa mereka berdua hanyalah manusia biasa tanpa bakat istimewa seperti Barou dan Nagi.
Setelah itu, Isagi menyadari kesamaan dirinya dengan Naruhaya, mereka memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Naruhaya adalah pemain yang memiliki gerakan tubuh yang efektif dan kecepatan yang dapat mengelabui lawan serta menghentikan serangan, namun kurang memiliki ketepatan tendangan untuk mencetak gol. Sementara itu, Isagi memiliki bakat dalam tendangan langsung yang mampu mencetak gol dengan akurasi tinggi, namun kurang dalam kemampuan melewati pemain lawan dan kesulitan memasuki kotak penalti lawan.
Merasa kesal dengan Tim White yang berhasil menyamakan skor dengan Tim Red, Barou melakukan tendangan dari tengah lapangan menuju gawang Tim White, berharap dapat mencetak gol kelima untuk memenangkan Tim Red. Namun, bola tendangan Barou menghantam mistar gawang, tetapi Naruhaya berkesempatan mendapatkan bola yang memantul dari tendangan Barou.
Namun, di saat-saat penting itu, Naruhaya terjebak dalam dilema antara mengoper ke Barou atau meniru keahlian tendangan langsung ala Isagi. Akhirnya, dengan langkah berani, Naruhaya meluncurkan tendangan langsung ke gawang, tetapi naas, bola hanya mengenai tiang gawang dan gagal menjadi gol yang diharapkan.
Mendapat inspirasi dari aksi Naruhaya, Isagi memutuskan untuk menjiplak kehebatan moving skill yang dimiliki Naruhaya saat Barou sedang mengawal gerakannya. Isagi menyadari bahwa situasi satu lawan satu tidak hanya terjadi saat ia memiliki bola, tetapi juga saat ia bergerak tanpa bola. Dengan memahami batasan penglihatan manusia, Isagi mengetahui bahwa Barou tidak dapat mengawasi Isagi dan Nagi secara bersamaan.
Dengan cerdik, Isagi sukses mengalahkan Barou dalam duel satu lawan satu dengan memanfaatkan titik buta penglihatan Barou. Akhirnya, Nagi yang berhasil menguasai bola yang memantul dari tendangan Naruhaya segera mengirimkan umpan kepada Isagi. Dengan penuh keyakinan, Isagi melakukan tendangan langsung yang sempurna, mencetak gol kelima yang menjadi penentu kemenangan bagi Tim White.
Setelah dikalahkan oleh Isagi, akhirnya Naruhaya mengakui kesalahannya dalam menilai Isagi sebagai pemain biasa, karena kenyataannya Isagi adalah sosok pemain istimewa. Naruhaya menyadari bahwa Isagi selalu mampu mengubah dirinya dan membentuk ulang kemampuannya menjadi versi yang terbaik. Oleh karena itu, Naruhaya dengan bangga menyebut Isagi sebagai manusia jenius dalam hal beradaptasi.