7. Solo Run Chigiri Hyuma

Chigiri melakukan solo run dengan kecepatan luar biasa, membuat lawan dan rekan satu timnya takjub. Bahkan Wanima Bersaudara, mantan rekan setimnya di SMA, terkejut melihat kebangkitan bakat lari cepat Chigiri yang sebelumnya dianggap sudah hilang. Saat dihadang oleh Wanima Bersaudara, Chigiri mengoper bola jauh ke depan gawang dan kemudian berlari mengejar operannya sendiri.

Dengan mudah, Chigiri melompati tackle kotor dari Junichi, kemudian menghadapi Keisuke yang berusaha menahannya untuk menghentikan lajunya. Namun, Chigiri meningkatkan kecepatannya, membuat Keisuke tersungkur. Berkat kemampuan lari cepatnya yang luar biasa, Chigiri berhasil mendahului kiper yang hendak menangkap bola di depan gawang. Chigiri lalu melompat untuk menendang bola operannya sendiri dan berhasil melangkahi kiper.

Akhirnya, dengan aksi gemilang tersebut, Chigiri sukses mencetak gol keempat untuk Tim Z. Pertandingan antara Tim Z dan Tim W pun berakhir dengan skor dramatis, imbang 4-4.

8. Chigiri Hyoma Berterima Kasih ke Isagi Yoichi

Isagi menghampiri Chigiri dan mengaku terkesan dengan kecepatan larinya. Chigiri menjawab bahwa semua itu terjadi berkat Isagi yang telah membangkitkan semangat sepakbolanya, hingga membuat tubuhnya bergerak sendiri untuk berlari. Ia pun berterima kasih kepada Isagi.

Chigiri menyadari bahwa dirinya yang tak terkalahkan sebelum cedera sudah tidak ada lagi. Namun, kini ia ingin bermimpi sekali lagi untuk menjadi yang terbaik di dunia. Meskipun ia tahu risiko cederanya bisa kambuh dan membuatnya tidak bisa bermain sepak bola lagi, Chigiri bertekad untuk terus berlari hingga kakinya hancur dan semangatnya padam.

Semua pemain Tim Z menghampiri Chigiri dan memuji senjatanya yang luar biasa. Mereka merayakan gol penting yang dicetak oleh Chigiri, yang berhasil menyelamatkan Tim Z dari eliminasi pada seleksi pertama Blue Lock. Kunigami menyebut bahwa hasil imbang tersebut sangat berarti bagi Tim Z, karena memberi mereka harapan untuk lolos ke seleksi kedua Blue Lock. Namun, Raichi menegaskan bahwa dia tidak akan memaafkan tindakan Kuon.

9. Tim W Mengeroyok Koun Wataru

Kejadian ini memicu kemarahan Tim W, yang melampiaskannya dengan mengeroyok Kuon. Mereka merasa ditipu karena Kuon tidak memberitahu bahwa Chigiri, pemain Tim Z yang sebelumnya diketahui mengalami cedera kaki, ternyata mampu berlari dengan kecepatan luar biasa.

Sambil melindungi kepalanya dari injakan Tim W, Kuon mencoba menjelaskan bahwa dia sungguh tidak mengetahui senjata berlari Chigiri.

Isagi berusaha melerai Keisuke, yang terus menginjak Kuon, namun Junichi menarik kerah baju Isagi dengan emosi. Melihat situasi itu, Kunigami langsung menggenggam lengan Junichi, membuatnya kesakitan, dan menyuruhnya melepaskan Isagi. Setelah situasi memanas, Kuon kabur untuk menyelamatkan diri.

10. Isagi Yoichi Berjanji Kalahkan Nagi Seishiro

Saat Tim Z sedang berjalan menuju kantin Blue Lock, mereka secara tak sengaja melihat Kuon berbincang dengan anggota Tim V. Tim Z pun mengintip percakapan tersebut. Kuon dengan penuh semangat mendekati trio pemain andalan Tim V, yaitu Reo, Zantetsu, dan Nagi, yang sedang menikmati makanan.

Kuon berusaha keras menawarkan informasi tentang Tim Z kepada mereka, dengan tujuan agar Tim V bisa mencegah Tim Z mencetak gol. Kuon berharap tetap menjadi top skor Tim Z dan menjanjikan keuntungan di seleksi kedua Blue Lock kepada mereka.

Namun, Zantetsu, pencetak 5 gol bagi Tim V, dan Reo, yang sudah mencetak 6 gol, dengan tegas menolak tawaran Kuon. Zantetsu menyatakan bahwa tawaran Kuon tidak menguntungkan bagi Tim V, menyebut hal ini terkait “metode inisiatif prioritas.” Ia lalu bertanya pada Reo apakah istilah itu benar. Reo pun meminta Zantetsu berhenti sok pintar.

Sementara itu, Nagi, yang merasa pembicaraan tersebut merepotkan, bahkan menganggap mengunyah steak juga merepotkan, meminta Reo untuk menggendongnya kembali ke asrama. Reo pun menuruti permintaan Nagi. Nagi, yang belum pernah merasakan kekalahan dalam sepak bola dan menjadi top skor Tim V dengan 7 gol, merasa heran dengan sikap Kuon yang begitu keras kepala ingin bekerja sama dengan Tim V. Reo menjelaskan bahwa tujuan Kuon hanyalah untuk meraih kemenangan.

Nagi, yang merasa kasihan terhadap usaha Kuon, menyimpulkan bahwa menjadi orang lemah itu sangat merepotkan. Nagi bahkan mengatakan bahwa ia lebih baik berhenti bermain sepak bola daripada menjadi seperti Kuon. Nagi pun bertanya kepada Reo, apakah sepak bola masih bisa memberikan kebahagiaan meski mengalami kekalahan.

Tim Z, terutama Isagi Yoichi, yang telah mendengarkan percakapan tersebut, merasa marah dengan sikap sombong Nagi terhadap sepak bola. Kuon terkejut saat menyadari kehadiran Tim Z. Isagi pun menegur Nagi, meminta agar ia tidak meremehkan permainan sepak bola, bahkan berjanji akan mengalahkan Nagi saat Tim Z berhadapan dengan Tim V.