4. Isagi Yoichi Tidak Mencium Aroma Gol

Dengan sisa 5 menit lagi, pertandingan antara Tim Z dan Tim W akan berakhir. Chigiri sudah pasrah dengan karir sepakbolanya, merasa bahwa tujuannya datang ke Blue Lock hanyalah untuk mencari alasan agar bisa menyerah pada impiannya bermain sepak bola.

Sementara itu, Kunigami dan Raichi berhasil mematahkan kombinasi operan one-two dari Wanima Bersaudara. Sebagai bek tengah, Kunigami dan Raichi berhasil melakukan tackle bersama-sama untuk merebut bola dari Junichi dan menghentikan serangan tersebut.

Setelah itu, Imamura segera mengoper bola ke Isagi. Tapi, Isagi kesulitan menemukan cara untuk menembus pertahanan Tim W yang fokus bermain bertahan. Ia memperhatikan bahwa Bachira sedang dikawal ketat, Kunigami tidak memiliki ruang untuk menendang, dan mengirim umpan ke Gagamaru di area penalti juga tampak tidak efektif karena kalah jumlah, serta berisiko terkena serangan balik dari Tim W. Isagi merasa frustrasi karena tidak bisa mencium adanya peluang gol yang tercipta dari Tim Z.

Koun mendekati Isagi dan menggoda, menyindir bahwa Isagi belum menyerah dan masih mencoba mencari cara untuk menang. Ia mengingatkan Isagi untuk tidak terlalu naif, karena meskipun berusaha keras, pertandingan akan tetap berakhir ketika waktu habis.

5. Isagi Yoichi Frustasi

Pertandingan memasuki injury time selama 3 menit sebelum berakhir. Naruhaya meminta Isagi segera mengoper bola, tetapi Isagi menolak permintaan rekannya di Tim Z. Ia sadar bahwa sudah tidak bisa mengandalkan kemampuan pemain lain dan memilih percaya diri untuk mencetak gol sendiri.

Dengan dribelnya, Isagi berhasil meloloskan diri dari kawalan Kuon dan Keisuke. Kuon dan Keisuke, yang sebelumnya meremehkan kemampuan Isagi, terkejut melihatnya mampu menggiring bola melewati mereka. Namun, dalam sekejap, Junichi berhasil menghentikan Isagi dengan tackle yang membuatnya terjatuh dan kehilangan bola. Kejadian ini menjadi pukulan telak bagi Isagi, sementara Wanima Keisuke tidak bisa menahan tawa sambil mengolok-olok dribel Isagi yang dianggapnya sangat payah.

Raichi dan Igaguri pun menegur tindakan ceroboh Isagi yang bertindak sendiri, mengingatkannya bahwa dia tidak bisa mengandalkan diri sendiri dan harus tetap bekerja sama dengan tim. Tim Z panik karena waktu pertandingan semakin menipis, dan mereka berusaha keras merebut bola dari Tim W. Sementara itu, Tim W fokus bertahan agar bola tidak bisa direbut oleh Tim Z.

Namun, Isagi berhasil merebut bola dari pemain Tim W dan mengoperkannya ke Chigiri, centre-back Tim Z. Tanpa diduga, Isagi kembali merebut bola dari Chigiri dan melanjutkan menggiringnya sendirian, bertekad mencetak gol ke gawang Tim W. Isagi bahkan tidak mempedulikan permintaan rekan-rekannya yang meminta operan.

6. Isagi Yoichi Mencium Aroma Gol

Kegigihan Isagi Yoichi dalam upayanya mencetak gol perlahan membangkitkan kembali jati diri Chigiri yang telah lama tertidur. Chigiri merasakan tubuhnya gemetar saat melihat Isagi dengan tatapan buas, begitu gigih merebut bola dan penuh percaya diri untuk meraih kemenangan. Chigiri terkejut dengan perasaannya sendiri, karena jika Tim Z kalah, itu seharusnya memberinya alasan untuk menyerah pada sepak bola dan menjalani hidup damai.

Namun, saat melihat Isagi, Chigiri menyadari bahwa tubuhnya gemetar karena Isagi mengingatkannya pada dirinya sendiri di masa lalu, ketika ia yakin bisa menjadi yang nomor satu di dunia dan menganggap sepak bola sebagai segalanya. Ia menyadari bahwa semua ketakutannya tidak lagi penting, ia bahkan tak peduli jika kaki kanannya hancur. Bagi Chigiri, yang terpenting adalah perasaan bergelora di hatinya saat melihat semangat Isagi. Dengan semangat baru untuk kembali menjadi striker terbaik dunia, Chigiri berhasil menghancurkan rantai-rantai yang seolah membelenggu kakinya.

Di sisi lain, Junichi berhasil mentackle bola dari Isagi, dan bola mulai bergerak menuju luar garis lapangan yang dapat mengakhiri pertandingan. Namun, Isagi masih berhasil mengejar bola dan menyelamatkannya. Meskipun demikian, Isagi tetap enggan mengoper bola kepada rekan setimnya. Sementara itu, dari area pertahanan Tim Z, Chigiri mulai berlari cepat, maju menyerang Tim W untuk bergabung dalam serangan terakhir.

Isagi, yang memiliki senjata mencium aroma gol, yakin bahwa Chigiri akan berhasil mencetak gol. Dengan penuh percaya diri, Isagi melakukan umpan jarak jauh ke arah Chigiri. Hasilnya, pemain dari Tim Z dan Tim W tidak menyadari bahwa umpan tersebut ditujukan untuk Chigiri. Tindakan Isagi Yoichi sempat dianggap ceroboh oleh rekan dan lawan. Bahkan, Kuon mencoba membuang bola keluar garis lapangan agar pertandingan segera berakhir. Namun, dengan kecepatan kaki supernya, Chigiri berhasil meraih umpan dari Isagi, mendahului kaki Kuon yang berusaha membuang bola.