Kuon Wataru, mengambil keputusan yang menghebohkan, karena memilih untuk mengkhianati Tim Z setelah mereka kewalahan melawan Tim Y. Sementara Tim V dengan mudah menghancurkan Tim Y dengan skor mencolok 8-0. Tim V menjadi tim terkuat yang tak terkalahkan dan akan menjadi lawan Tim Z dalam pertandingan terakhir mereka. Kuon yang pesimis atas kesulitan Tim Z dalam mengalahkan Tim Y, meragukan kemampuan mereka untuk mengalahkan Tim V.
Oleh karena itu, Kuon memutuskan untuk mengkhianati Tim Z dan bersekutu dengan Tim W sebagai pemain ke-12, serta membantu Tim W mengalahkan Tim Z. Meskipun aturan Blue Lock hanya meloloskan Tim posisi 1 dan 2 klasemen ke seleksi Blue Lock tahap 2, namun aturan Blue Lock juga memberikan peluang kepada pemain top skor di tim yang gagal finis di posisi 1 dan 2.
Berikut Adalah 4 Ulasan Pengkhianatan dan Kepahlawanan Kuon Wataru
1. Kuon Wataru Sukses Jadi Top Skor Tim Z
Ketika pertandingan antara Tim Z dan Tim W berlangsung, Kuon menjadi bintang dengan mencetak 3 gol yang spektakuler di babak pertama. Skor menjadi 3-0 untuk keunggulan Tim Z atas Tim W, dan Kuon menjadi Top Skor Tim Z.
Namun, di babak kedua, Kuon mulai bersekutu dengan Tim W dan mengubah jalannya pertandingan. Sehingga Tim W mampu membalikkan keadaan dan unggul dengan skor 4-3.
Meskipun Kuon sudah memberikan informasi strategi dan kelemahan pemain Tim Z kepada Tim W, tetapi pertandingan berakhir dengan hasil imbang yang mengejutkan, yaitu 4-4.
Kejadian ini memicu kemarahan Tim W yang melampiaskannya dengan mengeroyok Kuon. Mereka merasa ditipu karena Kuon tidak memberitahu bahwa Chigiri, pemain Tim Z yang sebelumnya diketahui mengalami cedera kaki, ternyata mampu berlari dengan kecepatan yang luar biasa.
Chigiri menjadi pahlawan Tim Z dengan mencetak gol penyama kedudukan 4-4 melawan Tim W. Hal ini mengakibatkan Tim W gagal meraih kemenangan atas Tim Z dan membuat mereka frustasi.