3. Gojo Satoru & Ide Surprise Konyol

Yuji Itadori adalah siswa SMK Jujutsu Tokyo yang sebelumnya dikabarkan telah meninggal dunia saat menjalankan tugas. Namun, berkat kemampuan Sukuna yang ada di dalam tubuhnya, Yuji berhasil hidup kembali. Meskipun begitu, Gojo Satoru memutuskan untuk merahasiakan kabar bahwa Yuji masih hidup selama dua bulan penuh. Selama periode itu, Gojo melatih Yuji agar menjadi lebih kuat dan berjanji akan mengumumkan keberadaan Yuji pada acara pertemuan pertukaran antar-sekolah Jujutsu.

Ketika acara pertemuan pertukaran antar-rekan SMK Jujutsu Tokyo dan Kyoto berlangsung, Yuji dengan penuh semangat menagih janji Gojo. Ia tak sabar untuk kembali bersekolah, bertemu dengan teman-temannya, serta para seniornya. Namun, Gojo merasa bahwa kemunculan Yuji tidak boleh dilakukan dengan cara biasa, terutama karena semua orang telah menganggap Yuji sudah meninggal selama dua bulan.

Gojo pun memikirkan ide brilian untuk memperkenalkan kembali Yuji. Ia meminta Yuji menuruti instruksinya karena ia berencana menjadikan Yuji sebagai “hadiah kejutan.” Gojo bahkan menjamin bahwa kelas 1 akan terkejut, bahagia, lalu menangis sekaligus tertawa.

Ia juga mengatakan bahwa para senior kelas 2 SMK Jujutsu Tokyo dan murid-murid Kyoto akan ikut menangis haru karena terlalu bahagia melihat Yuji masih hidup. Bahkan, Gojo bercanda bahwa mungkin ada yang menangis terlalu keras hingga muntah, sehingga masalah pemanasan global pun bisa terselesaikan. Begitulah janji konyol Gojo kepada Yuji.

Pada saat semua murid SMK Jujutsu dari Tokyo dan Kyoto, serta para guru, berkumpul, Gojo muncul dengan raut wajah ceria sambil membawa koper besar. Dengan santai, ia mengaku baru saja kembali dari perjalanan bisnis ke luar negeri dan membagikan oleh-oleh jimat dari suku tertentu untuk murid-murid Kyoto.

Setelah itu, Gojo memberikan koper besar sebagai “hadiah” untuk murid-murid Tokyo. Dengan penuh kejutan, Yuji tiba-tiba muncul dari koper tersebut dengan raut wajah ceria, sementara Gojo dengan santai berkata, “Ini dia teman kalian, Yuji, yang katanya sudah meninggal!”

Namun, kenyataan jauh dari ekspektasi Yuji. Reaksi yang muncul tidak seperti yang dijanjikan Gojo. Para murid SMK Jujutsu Tokyo terlihat datar dan tidak menunjukkan antusiasme, sementara murid-murid Kyoto justru lebih tertarik dengan oleh-oleh jimat yang diberikan oleh Gojo. Ide kejutan yang dirancang Gojo pun berakhir sebagai momen awkward bagi Yuji.