9. Kashima Sewa 4 Hitman

Di sebuah kafe, Kashima, yang mengenakan topeng rusa, menemui empat pembunuh bayaran yang disewanya bernama Dump, Saw, Apart, dan Minimalist. Dump menatap Kashima lalu berkata, ‘Jadi, kau orang yang telah membantu kami kabur dari penjara di Asia Tenggara?

Tanpa banyak bicara, Kashima membagikan empat lembar kertas kepada mereka, masing-masing berisi biodata Osaragi, Shishiba, Nagumo, dan Sakamoto. Ia kemudian menginstruksikan bahwa keempat orang dalam daftar itu adalah target yang harus dibunuh karena telah mengganggu organisasinya saat di Museum Okutabi.

Saw tertawa kecil. “Aku kira orang Jepang kaku, ternyata suka bercanda. Masa sih orang gendut bernama Sakamoto itu, yang tampak lemah, juga bikin organisasimu kesulitan?” ejeknya. Namun, Kashima segera memperingatkan mereka agar tidak meremehkan keempat orang dalam daftar tersebut. “Jika kalian lengah, kalian bisa kehilangan nyawa,” katanya serius.

Merasa tersinggung, Minimalist menatap Kashima dengan dingin. “Jadi, kau pikir kami akan mati jika lengah melawan si gendut dan tiga temannya itu?” katanya. Tanpa menunggu jawaban, ia melampiaskan amarahnya dengan meremas meja kafe menggunakan kedua tangan hingga besinya melentur, lalu mengepalkannya hingga membentuk bola seukuran bola sepak. “Aku akan menghabisi mereka dalam waktu sebulan saja,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Setelah Dump, Saw, Apart, dan Minimalist pergi, Kashima terdiam. Ia tahu bahwa keempat orang yang baru saja disewanya bukanlah pembunuh bayaran biasa. Mereka tidak membunuh demi pekerjaan—mereka hidup untuk membunuh. Menurut Kashima, orang-orang seperti mereka pantas dicap sebagai penjahat dan harus diberantas hingga ke akar-akarnya.

Namun, ini adalah keputusan Slur, sosok yang sangat dihormatinya. Lagipula, setelah kekalahannya dari Sakamoto, Kashima tak punya pilihan lain selain mengikuti rencana Slur hingga akhir.

10. Sakamoto Siap Hadapi Psikopat

Di toserba, Wutang mengaku khawatir akan bahaya yang mungkin menimpa Sakamoto. Ia berniat membawa pulang Shaotang ke Tiongkok serta menyuruh Sakamoto dan Shin melarikan diri.

Namun, Sakamoto langsung menanggapi, “Jika kita bisa bertemu dengan empat psikopat yang kabur dari penjara di Asia Tenggara, itu berarti kita juga bisa mendapatkan lebih banyak informasi tentang Slur.”

Shin menimpali, “Sebaiknya kita segera mengurus mereka sebelum JAA ikut campur.” Sementara itu, Shaotang membuka smartphonenya dan berkata, “Aku akan menyuruh Mashimo untuk berjaga-jaga.”

Melihat reaksi mereka yang tampak santai, Wutang semakin panik. “Apa kalian tidak mendengar ceritaku? Lawan kalian kali ini adalah psikopat! Mereka berbeda dari pembunuh bayaran dan mafia biasa!” serunya.

Namun, Sakamoto tetap tenang. “Kalau mereka memang seberbahaya itu,” katanya, “maka kami tidak bisa membiarkan mereka berkeliaran lebih lama lagi.”