9. Koun Wataru Terancam Gagal Lolos Seleksi Kedua Blue Lock

Tim Z sangat terkejut dengan tindakan kontroversial Kuon yang melakukan pelanggaran serius terhadap Nagi, hingga mengakibatkan Kuon diusir dari lapangan dengan kartu merah. Ironisnya, Kuon seharusnya sudah pasti lolos ke tahap kedua seleksi Blue Lock, mengingat Kuon menjadi top skor pertama dalam Tim Z, meskipun Kunigami juga memiliki jumlah gol yang sama.

Namun, nasib berkata lain ketika Kuon mendapatkan kartu merah, sehingga Point Fair Play-nya lebih rendah daripada Kunigami. Jika Tim Z mengalami kekalahan atau hasil imbang melawan Tim V, sudah bukan lagi Kuon, tetapi Kunigami-lah yang akan melangkah ke tahap kedua seleksi Blue Lock dari Tim Z.

Sebelum meninggalkan lapangan, Kuon berpesan kepada Tim Z agar memenangkan pertandingan. Isagi menjawab dengan tegas bahwa mereka akan mengalahkan Tim V.

10. Tim V Meneror Gawang Tim Z

Reo bertanya kepada Nagi apakah ia terluka. Nagi menjawab bahwa dirinya baik-baik saja. Junaidi, pemain Tim V mengusulkan agar mereka bermain oper-operan untuk bertahan dan menghabiskan waktu, namun Reo menolak. Ia ingin menghancurkan Tim Z, bahkan Zantetsu menganggap hasil imbang melawan Tim Z sama dengan kekalahan. Nagi pun menginginkan satu gol tambahan untuk Tim V.

Ketika pertandingan antara Tim Z dan Tim V menyisakan 3 menit sebelum berakhir, momen menegangkan pun terjadi. Tim V mendapatkan peluang emas melalui tendangan bebas dari jarak 20 meter di sebelah kanan area luar kotak penalti, setelah pelanggaran oleh Kuon. Lemon, kiper Tim Z, memikirkan berbagai skenario: apakah Reo akan mengoper bola ke Nagi atau Zantetsu, meskipun keduanya dijaga ketat oleh pemain Tim Z, atau Reo mungkin langsung menendang bola ke gawang.

Ternyata, Reo langsung melepaskan tembakan yang mengarah tepat ke sudut kiri gawang Tim Z. Namun, aksi penyelamatan brilian dari Lemon berhasil menepis bola tersebut. Sayangnya, bola muntah itu langsung dihampiri oleh Zantetsu, yang mengejutkan pemain Tim Z dengan akselerasi cepatnya. Zantetsu pun menendang bola, tetapi Raichi berhasil melakukan tekel yang memblok tendangannya, membuat Zantetsu terkejut dengan kemunculan mendadak Raichi.

Bola melambung tinggi ke udara, mendarat di dada Nagi yang dengan tenang mengontrolnya. Nagi bersiap menendang ke gawang Tim Z, membuat seluruh pemain Tim Z panik. Lemon bersiap menangkap bola atas, sementara Igaguri dan Raichi menutup jalur bawah dengan tubuh mereka. Melihat posisi kiper yang terlalu maju, Nagi melakukan tendangan chip ala Messi, melewati hadangan Lemon, Raichi, dan Igaguri.

Bola itu menukik, hampir menyentuh garis gawang, tapi berhasil dicegah oleh Gagamaru, yang menendang bolanya ke atas hingga membentur mistar gawang. Bola rebound dari mistar mendarat di kaki Isagi Yoichi, yang langsung bersiap melancarkan serangan terakhir Tim Z ke gawang Tim V. Dari lorong, Koun menyaksikan momen dramatis itu dengan penuh antusias dan berteriak, “Ayo maju, Isagi!”