5, 6 & 7. Kunoichi Takigakure

Kisah ini bermula ketika Naruto masih bocah dan berstatus sebagai murid Akademi. Seorang bocah bernama Hibachi berniat mengerjai Naruto. Mengetahui bahwa Naruto sering sendirian dan ingin berteman dengan kelompoknya, Hibachi memanfaatkan kesempatan ini untuk menjadikan Naruto bahan candaan di depan teman-temannya.

Hibachi berjanji akan menerima Naruto sebagai teman dengan satu syarat. Ia menceritakan bahwa unit patroli ayahnya bertarung melawan seorang ninja penyusup kemarin dan meninggalkan mayatnya di bukit belakang Akademi. Hibachi meminta Naruto untuk menemukan mayat tersebut dan membawa salah satu barang bawaannya. Naruto, yang sangat mendambakan teman, langsung menyetujui syarat tersebut.

Dengan penuh semangat, ia pergi ke bukit untuk mencari barang bawaan dari mayat ninja itu. Ia berharap, dengan memenuhi permintaan Hibachi, ia akan diterima dalam kelompok Hibachi dan tidak lagi merasa kesepian. Namun, tanpa disadari Naruto, nyawanya sedang dalam bahaya. Hibachi sengaja menyembunyikan fakta bahwa di bukit tersebut masih ada ninja penyusup yang berkeliaran, siap menimbulkan ancaman.

Setelah mencari dalam waktu yang cukup lama tanpa menemukan apapun, Naruto mulai menyisir area pertempuran dengan teliti. Namun, hasilnya tetap nihil. Ketika rasa lapar melanda, ia memutuskan untuk memanjat pohon guna mengambil sarang burung. Di sarang tersebut, Naruto menemukan beberapa telur dan sebuah kunai yang dibalut dengan kertas. Yakin bahwa kunai itu adalah barang milik ninja yang kalah dalam pertempuran, Naruto memutuskan untuk membawa pulang kunai berbalut kertas tersebut.

Dari kejauhan, tiga ninja Takigakure mengawasi gerak-gerik Naruto. Mereka segera mengenali kunai berbalut kertas yang dipegang oleh Naruto sebagai benda penting yang mereka cari, meyakini bahwa balutan kertas pada kunai tersebut adalah dokumen yang berisi rahasia penting Desa Konoha. Para ninja Takigakure menduga bahwa rekan mereka yang telah gugur sempat menyembunyikan kunai itu di sarang burung sebagai langkah terakhir sebelum akhirnya dikalahkan.

Para ninja Takigakure segera mencegat Naruto dan memintanya menyerahkan kunai tersebut. Namun, Naruto menolak dan memilih berlari untuk menghindari kejaran mereka. Tidak tinggal diam, para ninja Takigakure mulai menyerang Naruto dengan melemparkan shuriken. Dalam keadaan terpojok, Naruto akhirnya menggunakan jurus andalannya, Oiroke no Jutsu, dengan berubah menjadi wanita seksi untuk mencoba menggoda dan menaklukkan lawan-lawannya.

Namun, bukannya terpengaruh, ketiga ninja Takigakure malah semakin agresif dan menyerang Naruto dengan pedang mereka. Saat itu, para ninja Takigakure mengungkapkan alasan mengapa Jutsu Penggoda Naruto tidak berfungsi. Ketika mereka membuka topeng, terungkap bahwa ketiganya adalah wanita. Naruto pun terkejut dan syok melihat kenyataan itu, menyadari bahwa jurus andalannya kali ini benar-benar tidak berguna.