4. Shikamaru Nara
Ketika para Genin Konoha diberi tugas menjadi pemimpin bagi para murid Akademi, Naruto ditunjuk untuk memimpin tim yang terdiri dari Konohamaru, Moegi, dan Udon. Para pemimpin tim ditugaskan untuk membimbing anggota mereka agar mampu bertahan hidup selama dua hari satu malam.
Mereka harus melewati rute yang telah ditetapkan, yang mencakup tantangan seperti memasuki hutan, mendaki gunung, menyeberangi sungai, dan akhirnya mencapai garis finis. Sepanjang perjalanan, mereka akan menghadapi berbagai kendala, seperti instruktur yang menyamar sebagai musuh dan jebakan di sepanjang jalan.
Shikamaru, yang statusnya sudah menjadi Chunin, mendapatkan tugas menjadi asisten instruktur bersama Iruka. Mereka bertugas menguji kemampuan para pemimpin tim dan murid Akademi. Setelah menguji beberapa tim, tibalah giliran tim Naruto untuk menghadapi para instruktur Akademi.
Naruto, sebagai pemimpin tim, mengomando anggotanya untuk menggunakan Jutsu Penggoda sebagai strategi. Naruto menggunakan Oiroke no Jutsu, sementara Konohamaru, Moegi, dan Udon menggunakan Purin-purin no Jutsu. Kombinasi serangan dengan berubah menjadi wanita seksi ini berhasil mengalahkan Iruka beserta dua instruktur lainnya. Akibatnya, para instruktur terpelanting jauh dan mengalami mimisan.
Namun, di luar dugaan, Shikamaru mampu bertahan dari kombinasi serangan Jutsu Penggoda oleh tim Naruto. Bahkan, ia sama sekali tidak terpengaruh atau mengalami mimisan. Merasa kesal dengan aksi tak senonoh dari tim Naruto, Shikamaru memberikan pelajaran dengan memukul kepala Naruto, Konohamaru, Moegi, dan Udon menggunakan kayu. Akibatnya, tim Naruto keok dengan benjolan besar di kepala masing-masing.
Baca Juga : 10 Korban Keganasan Sharingan Itachi Uchiha