3. Gojo Satoru Kuasai Hollow Purple
Sebagai pria yang terlahir dari Klan Zenin, Toji sangat memahami informasi tentang Teknik Infinity Klan Gojo. Toji tahu betul kekuatan tak tersentuh Gojo, serta Teknik Blue yang mampu menciptakan titik gravitasi untuk menarik, dan Teknik Red yang memiliki kemampuan mendorong dengan sangat keras. Oleh karena itu, Toji tidak merasa gentar melawan Gojo, dan ia yakin bisa mengantisipasi semua Teknik yang akan dilancarkan Gojo dengan mudah.
Kemudian, Toji, sang pembunuh penyihir, bersiap untuk pertarungan jarak jauh. Ia menggabungkan senjata rantai besi panjang dengan senjata Inverted Spear of Heaven. Seperti cambuk raksasa, Toji mengayunkan senjatanya dengan kekuatan dahsyat ke arah Gojo yang mengambang di udara. Namun, dengan kelenturan tubuhnya yang luar biasa, Gojo bisa dengan mudah menghindari setiap serangan Toji.
Selanjutnya, Gojo menobatkan dirinya sebagai yang terkuat dengan berkata, “Hanya aku yang berkuasa di atas dan di bawah langit.” Gojo menyadari bahwa Teknik Kutukan warisan memiliki kelebihan berupa petunjuk pemakaian, tetapi memiliki kekurangan berupa informasi yang mudah bocor, seperti yang sudah diketahui oleh Toji.
Alhasil, Gojo menyiapkan Teknik yang hanya diketahui oleh segelintir Klan Gojo. Kemudian, Gojo menggabungkan Teknik Blue dan Teknik Red, menciptakan Hollow Purple yang berfungsi menghapus segala materi. Dengan satu jentikan jari, Gojo menembakkan bola energi berwarna ungu tersebut mengenai Toji. Akibatnya, separuh badan Toji berlubang, dan pada akhirnya, Toji tewas.
Pada akhir hayatnya, Toji yakin bahwa Gojo adalah penyihir Jujutsu terkuat era modern. Meskipun Toji mencoba menyangkal hal itu dengan menguji Gojo yang baru saja membangkitkan kekuatan sejati Infinity, pada akhirnya Toji kalah.
Bahkan, Toji menyadari bahwa penyebab kekalahan utamanya adalah karena ia menyimpangkan jati dirinya yang sebenarnya tidak suka melakukan pekerjaan yang tidak menghasilkan uang dan lebih memilih pergi, namun ia memilih untuk meladeni Gojo.