9. Mirio Togata Kesulitan Kendalikan Quirk sejak kecil

Saat masih bocah, ayah Mirio Togata pernah memberitahunya bahwa Quirk penembusan sangat sulit dikendalikan. Jika terjadi satu kesalahan saja, tubuhnya bisa terbelah menjadi dua. Hal inilah yang membuat ayah Mirio, yang juga memiliki Quirk serupa, menyerah pada mimpinya menjadi pahlawan ketika masih muda. Namun, karena Mirio kecil sangat ingin menjadi pahlawan dan siap berjuang keras untuk mengendalikan Quirknya, sang ayah pun berjanji akan selalu mendukungnya sepenuh hati.

Bahkan ketika baru bersekolah di SMA U.A dan diminta menunjukkan Quirknya, Mirio Togata masih belum sepenuhnya menguasainya. Saat itu, ia diminta menembus sebuah dinding kayu. Namun, ketika mencobanya, hanya kedua tangannya yang berhasil menembus, sementara wajah dan tubuhnya justru terbentur keras menghantam dinding tersebut.

Akibat kejadian itu, Mirio ditertawakan oleh teman-teman sekelasnya. Namun, ia tetap tenang dan menjelaskan kepada mereka bahwa Quirk-nya memang sangat sulit dikendalikan—bahkan lima kali lebih sulit dari apa yang mereka bayangkan.