6. Mirio Togata Calon pewaris One For All

Kejadian ini bermula ketika All Might bertarung melawan All For One. Meskipun All Might berhasil menang, ia mengalami cedera parah. Separuh organ pernapasannya rusak, perutnya hancur, dan tubuhnya harus menjalani operasi berkali-kali. Akibatnya, tubuh All Might menjadi kurus dan lemah.

Bahkan, ia tidak bisa menggunakan kekuatannya dalam waktu lama dan hanya mampu menjalankan tugas sebagai pahlawan selama tiga jam per hari. Hal inilah yang membuat Nighteye, pendamping pahlawan All Might saat itu, khawatir akan kondisinya dan meminta All Might untuk pensiun selagi masih dianggap sebagai legenda.

Nezu, Gran Torino, Recovery Girl, dan Nighteye—orang-orang yang mengetahui rahasia One For All—sepakat memberi saran kepada All Might agar segera menunjuk kandidat pewaris One For All berikutnya.

Kemudian, Nezu, kepala sekolah SMA U.A, memberikan rekomendasi kepada All Might terkait calon pewaris One For All berikutnya, yaitu Mirio Togata. Menurut Nezu, meskipun nilai akademis Mirio tidak terlalu mencolok, ia adalah murid yang memiliki kharisma tinggi.

Kehadirannya mampu membuat orang-orang di sekitarnya merasa gembira. Walaupun prestasi akademiknya rendah, senyum ceria Mirio tak pernah pudar. Bagi Nezu, Mirio Togata sangat sesuai dengan pandangan All Might tentang sosok pahlawan yang sempurna.

Bahkan, tujuan utama Nighteye melatih Mirio adalah karena ia dianggap sangat layak menjadi pewaris One For All. Selain itu, karena Mirio selalu setia mengikuti dan mempercayai arahan Nighteye, tanpa disadari, Nighteye telah menjadikannya murid kebanggaannya.

Namun, sebelum All Might sempat bertemu dengan Mirio Togata, ia justru bertemu dengan Midoriya. All Might pun menyadari bahwa jika saja ia tidak bertemu dengan Midoriya, Mirio Togata memiliki peluang besar untuk menjadi pewaris One For All.