4. Mirio Togata Nyesel Gak nolong Eri

Kejadian ini bermula ketika Lemilion dan Deku sedang melakukan patroli di jalanan untuk menyelidiki kelompok Shie Hassaikai. Di sisi lain, seorang bocah perempuan bernama Eri berlari tergesa-gesa dengan penuh ketakutan hingga menabrak tubuh Deku.

Betapa terkejutnya Deku dan Lemilion ketika melihat sosok yang mengejar Eri adalah Chisaki, pimpinan kelompok Shie Hassaikai. Lemilion dan Deku pun langsung teringat pesan Nighteye agar tidak menimbulkan kecurigaan kelompok tersebut selama menjalankan patroli.

Lemilion berusaha bersikap biasa saja dan mengobrol santai dengan Chisaki, lalu mengajak Deku untuk melanjutkan patroli. Namun, Eri justru mendekap tubuh Deku sambil menangis dan gemetar ketakutan, memohon agar Deku tidak pergi. Berbeda dengan Lemilion yang memilih tidak ikut campur demi menjaga rencana Nighteye agar tidak membuat Chisaki curiga, Deku lebih memedulikan kondisi Eri. Deku menyadari kejanggalan dari balutan perban di tubuh Eri dan berniat membawanya pergi.

Chisaki kemudian mengatakan bahwa Eri adalah putrinya (kebohongan untuk mengelabui mereka) dan meminta Deku serta Lemilion agar tidak mencampuri urusan keluarganya. Sambil memberikan isyarat dengan melepas sarung tangannya, Chisaki membuat Eri panik. Ketakutan, Eri akhirnya melepaskan pelukannya dari tubuh Deku dan memilih mengikuti Chisaki, meninggalkan Deku dan Lemilion yang hanya bisa menyaksikan kepergian mereka.

Saat konferensi pahlawan yang dipimpin oleh Nighteye, mereka membahas hasil penyelidikan mengenai kelompok Shie Hassaikai. Fat Gum melaporkan informasi penting bahwa kelompok tersebut memiliki senjata berupa peluru penghapus Quirk. Setelah dianalisis, diketahui bahwa peluru tersebut mengandung darah dan sel manusia sebagai bahan dasarnya.

Nighteye kemudian menyimpulkan bahwa peluru penghapus Quirk tersebut kemungkinan berasal dari darah Eri. Hal ini diperkuat oleh pengamatan Deku dan Lemilion yang melihat banyak perban melilit tubuh Eri saat bertemu dengannya selama patroli.

Kesimpulannya, Chisaki telah mengambil darah Eri untuk dijadikan peluru penghancur Quirk. Fakta ini membuat Deku dan Lemilion sangat terkejut dan merasa bersalah, terutama ketika Rock Lock menyindir bahwa ancaman peluru penghapus Quirk mungkin bisa dicegah jika mereka membawa Eri pergi dari Chisaki saat itu. Rasa penyesalan yang mendalam menyelimuti keduanya, terutama Lemilion yang berubah menjadi murung dan kehilangan sifat periangnya karena terus dihantui perasaan bersalah.